Bagaimana Cara Kerja Antivirus?

Secara umum, perangkat lunak antivirus bekerja dengan dua metode, yakni metode pendeteksian berdasarkan informasi dari database atau yang populer dengan sebutan virus signature database dan pendeteksian dengan metode heuristik atau mengenai cara kerja atau akibat yang ditimbulkan oleh virus komputer tersebut.

Sebagian besar perangkat lunak antivirus populer saat ini sudah mengadopsi kedua metode pendeteksian ini. Bahkan, antivirus lokal seperti SMADAV dan PCMAV juga telah memiliki pendeteksian dengan kedua metode ini. Keberadaan kedua metode ini memang berfungsi untuk saling melengkapi, metode virus signature digunakan untuk mendeteksi virus yang sudah dikenal atau diketahui. Sedanhkan metode heuristik digunakan untuk mendeteksi virus baru dengan cara menganalisa aikbat yang ditimbulkan atau pola perilaku virus tersebut.

Metode virus signature adalah metode kerja antivirus konvensional dan banyak digunakan oleh perangkat lunak antivirus saat ini. Cara kerja metode virus signature ini adalah mencocokan tanda atau kode sebagai tanda keberadaan sebuah virus. Jadi, ketika antivirus mendeteksi sebuah virus, maka akan dicocokan dengan informasi yang dimiliki oleh database virus yang dimiliki oleh vendor antivirus. Vendor antivirus biasanya telah melakukan analisa dan katalogisasi virus-virus baru yang ditemukan dan dianalisa untuk mencari metode ‘penyembuhannya’.

Setelah sebuah virus selesai dianalisa dan diketahui cara menghancurkannya, maka vendor antivirus akan mendokumentasikannya dalam database virus signature yang nantinya digunakan oleh perangkat lunak antivirus untuk mendeteksi keberadaan vdan mengatasi virus tersebut. Metode virus signature ini terbilang ampuh, cepat, dan dapat diandalkan, tak heran masih banyak perangkat lunak antivirus yang masih menggunakan metode virus signature ini.

Metode kedua yang sering digunakan oleh perangkat lunak antivirus selain virus signature adalah metode heuristik. Cara kerja metode heuristik ini menggunakan pendekatan baru dalam mendeteksi virus berdasarkan perilaku (behavior) sebuah perangkat lunak yang dicurigai sebagai sebuah virus. Cara kerja dengan metode heuristik ini diterapkan dalam Intrusion Detection System atau yang sering disebut dengan istilah behavior-blocking detection.

Cara kerja antivirus dengan metode heuristik ini adalah menerapkan aturan atau kebijakan yang dibuat dalam bentuk algoritma yang ditanam dalam sebuah perangkat lunak antivirus, sehingga ketika antivirus menemui sebuah software mencurigakan yang bertingkah seperti virus, maka akan diblok dan dihentikan prosesnya. Setelah dihentikan prosesnya, maka antivirus akan melaporkan pada pengguna mengenai software yang dicurigai sebagai virus. Pengguna akan merespon dan memutuskan apakah software tersebut memang virus atau bukan.

Tak hanya itu, antivirus juga memberi fasilitas bagi pengguna untuk melaporkan software yang mencurigakan tersebut pada vendor antivirus untuk dianalisa. Metode heuristik ini cukup ampuh dalam mendeteksi virus yang belum dikenali atau belum ada di database virus signature.

Kesimpulan

Setelah anda mengetahui bagaimana cara kerja antivirus, sekarang anda pun mengetahui, bagaimana peran penting sebuah antivirus. Jadinya, jangan sampai anda tidak menggunakan antivirus sama sekali. Sekian artikel hari ini, semoga bermanfaat.

Referensi :



0 komentar:

Posting Komentar