Apa itu Entrepreneurship?

Ada banyak sekali definisi Entrepreneurship, namun menurut penulis yang paling sesuai adalah definisi menurut Peter F. Drucker. Menurut Drucker, Entrepreneurship adalah “…the practice of consistently converting good ideas into profitable commerce venture”. Secara bebas dapat diartikan bahwa Entrepreneurship adalah suatu “…aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan”.
Disitu tampak bahwa komponen yang penting adalah Consistent, Convert, Ideas, dan Profitable. Consistent (Konsisten) berarti tindakan itu dilakukan secara terus menerus dengan tingkat determinasi yang tinggi, sedangkan Convert (konversi) mengandung makna mengkonversi dari sesuatu hal yang tidak berarti menjadi hal baru yang bernilai. Juga hal yang terpenting adalah adanya Ideas (ide-ide) yang brilian namun dapat diwujudkan secara riil. Perlu diperhatikan bahwa ide-ide secermelang apapun tidak akan memberi manfaat atau faedah bila tidak bisa ditransformasikan menjadi sesuatu yang riil dan berdaya guna. Oleh karena itu alangkah baiknya bila kita mulai membiasakan untuk mendokumentasikan ide-ide yang kita hasilkan dan lantas bilamana dirasa pantas dapat segera ditransformasikan menjadi sesuatu yang riil.
Menurut saya, ide yang ditransformasikan menjadi sesuatu yang riil dan bernilai ekonomis adalah akar (root) dari Entrepreneurship. Napoleon Hill, the father of modern motivator, menyebutkan bahwa ide-ide (dan juga imajinasi) merupakan suatu komponen mutlak yang mesti dimiliki oleh mereka yang ingin sukses. Kali ini saya belum akan mengulas lebih lanjut tentang ide, karena akan dibicarakan lebih lanjut pada bab-bab selanjutnya.
Setelah membahas sekilas tentang definisi Entrepreneurship, berikutnya saya akan lebih fokus membahas tentang mengapa (why) menjadi entrepreneur. Sengaja saya buat dalam bentuk daftar karena ternyata dari respons teman-teman mereka lebih suka penyajian dalam bentuk daftar.
  • Kebebasan Finansial

Hal yang paling diidam-idamkan semua orang adalah kebebasan finansial. Dengan menjadi entrepreneur maka kesempatan itu terbuka sangat lebar karena semua Anda tentukan sendiri. Mulai dari target, cara memperoleh, kapan, hingga seberapa banyak semuanya terserah Anda selaku pelaksananya. The sky is the limit, demikian orang menyebutnya.
  • Kebebasan Waktu

Waktu merupakan suatu hal yang tidak tergantikan, sekali hilang ya hilang sudah tanpa bisa kita peroleh kembali. Selain itu apabila Anda sudah berkeluarga maka pilihan menjadi entrepreneur adalah pilihan yang bijaksana mengingat apabila Anda menjalankan bisnis dengan tepat dan telah berhasil membangun sistem “auto pilot” dalam bisnis Anda, maka kebebasan waktu niscaya dapat Anda miliki. Jangan pernah bangga menjadi orang super sibuk, tapi berbanggalah menjadi orang punya banyak waktu untuk berbagi ke sesama. Demikian kata guru saya.
  • Membuka Lapangan Kerja

Bayangkan kalau Indonesia memiliki 10 juta entrepreneur baru, maka dijamin angka pengangguran akan turun drastis atau bahkan minus bila perlu. Selain itu dengan menjadi entrepreneur berarti kita membuka kesempatan lapangan kerja untuk saudara, rekan, atau kerabat yang mungkin karena keterbatasannya kesulitan mencari kerja di tempat lain.
  • Kemandirian

The best thing in life is freedom! Dengan menjadi entrepreneur semua aktivitas, baik hasil maupun resikonya ada di tangan Anda. Oleh karena itu Anda bebas menentukan ingin seperti apa Anda di kemudian hari tanpa harus menyerahkan jalur karirAnda pada orang-orang HRD.
  • Sarana Mewujudkan Ide yang Ekstrem

Dulu ada salah seorang mahasiswa saya memiliki ide untuk membuka salon khusus anak muda penganut gothic dan punk lengkap dengan studio tattoo, piercing, dan aksesoris khas underground lainnya. Dia berungkali mencoba mengutarakan ide tersebut kepada bos factory outlet tempatnya bekerja dan juga kepada investor lain. Tentu saja ide tersebut tidak dapat diterima oleh mereka yang berpikir linear dan rigid. Karena frustasi dia memutuskan untuk nekat membuka studio tersebut dalam bentuk Mobile Shop & Studio alias salon dan toko dalam mobil pick-up guna menghemat sewa tempat. Akhirnya perlahan tapi pasti usahanya berkembang juga meski mulanya dia harus tertatih-tatih dikarenakan keterbatasan modal. Terakhir waktu saya tanya dia bilang sangat bangga karena berhasil mewujudkan ide bisnisnya yang bagi sebagian orang dianggap ekstrem.
  • Solusi Anti PHK

Dengan menjadi entrepreneur tentu saja Anda tidak perlu khawatir untuk kena PHK, kecuali tentu saja Anda mem-PHK diri Anda sendiri.
  • Kesempatan Masih Luas

Dengan jumlah penduduk yang ratusan juta, maka tentu saja peluang dan kesempatan yang ada bagi kita untuk membuka usaha sangatlah luas. Yang penting kita kreatif, mau bekerja keras, dan tidak gengsi maka sebetulnya hampir tidak ada alasan untuk tidak bisa membuat usaha yang sukses.
  • Untuk Semua Orang dan Bisa Dipelajari

Entrepreneurship tidak identik dengan suatu suku atau ras tertentu. Banyak dari kita terjebak oleh mitos-mitos yang sebenarnya tidak tepat. Karena semua itu ada ilmunya dan bisa dipelajari dan karenanya bisa dilakukan oleh siapapun sepanjang dia mau dan berani mencoba.
Demikian sedikit alasan kenapa menjadi entrepreneur, diluar itu masih banyak alasan lain yang layak dipertimbangkan. Semoga bermanfaat.
Kesimpulan :

Dari yg saya pernah dapat Enterpreneur berbeda dengan hanya sebagai seorang yg  bisa melihat apa yang disebut sebagai peluang, persediaan dan permintaan; serta memanfaatkannya, tetapi titik berat nya adalah enterpreneur lebih fokus ke "sesuatu yg baru", bisa dalam kontek "produk baru", atau "cara jualan baru" atau hal lain yg menjurus ke inovasi.

jadi kalau sekedar bisa melihat apa yang disebut sebagai peluang, persediaan dan permintaan; serta memanfaatkannya., belom tentu si orang tadi melakukan "sesuatu yg baru".

Orang yg bisa melihat apa yang disebut sebagai peluang, persediaan dan permintaan; serta memanfaatkannya, lebih cocok disebut orang yg bervisi seorang WIRAUSAHA tetapi belom tentu seorang ENTERPRENEUR.

Referensi :

Beralih Ke Open Source

Bingung antara Windows dan Linux yang akan anda jadikan sebagai Sistem Operasi pada komputer atau laptop anda. Dua Sistem Operasi inilah yang banyak dipakai oleh para user di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.
Sebenarnya tidak salah anda memilih Sistem Operasi apa, tetapi buat saya Sistem Operasi adalah hal utama yang dipakai dalam menunjang aktivitas sehari-hari, terutama dalam bidang pendidikkan, pekerjaan, bisnis, dan lain sebagainya.
Dalam bidang pendidikan misalnya, saat ini SD, SMP, SMA, sampai kuliahpun kita tidak lepas dari bidang komputer, selain untuk menunjang kegiatan di sekolah, juga dapat digunakan di rumah untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan di sekolah. Tetapi apakah kita sadar, Sistem Operasi komputer yang kita pakai itu License atau bajakan? dan aplikasi yang kita gunakan seperti Microsoft Office, Adobe Photoshop, Antivirus, dan aplikasi lainnyapun license atau tidak? atau hasil crack, keygen, dll. 
Penulispun tidak luput dan pernah menggunakan Sistem Operasi hingga aplikasi-aplikasinya yang tidak mempunyai license dari produk terkait. Hanya saja penulis saat ini mulai perlahan-lahan mengurangi kebiasaan itu. Mengurangi bagaimana? ya mengurangi penggunaan aplikasi dan Sistem Operasi yang berbayar. Bagaimana caranya?
Open Source? Bersyukur saat ini karena masih ada sebagian orang yang menuangkan kepintarannya untuk membuat Free Open Source untuk Sistem Operasi dan Aplikasi-aplikasinya. Mereka yaitu Richard Stallman dan Linus Trovalds, Mereka ini penemu dan pengembang yang menciptakan sebuah Sistem Operasi berbasis Unix. Dan tak lepas juga bagi para developer, pengembang yang terus juga mengembangkan aplikasi-aplikasi yang bersifat Open Source atau biasa dikenal FOSS (Free Open Source Software) untuk Sistem Operasi ini.
Sistem Operasi inilah yang akhirnya dinamakan Linux. Linux bersifat free, dimana bisa kita dapatkan, sebarkan kesetiap orang secara gratis dan dapat dikembangkan oleh siapa saja. Saat ini pemakaian Linux sudah banyak sekali.
Dibidang pendidikkan Linux digunakan sebagai materi pembelajaran wajib yang digunakan sebagian sekolah dan kampus. Linux juga dipakai pada komputer server untuk menunjang pembelajaran dan administrasi dengan sistem online yang ada pada setiap sekolah atau kampus. Dibidang pekerjaan banyak perusahaan yang mempercayakan Linux sebagai Sistem Operasi server untuk menjalankan web atau aplikasi-aplikasi online yang diterapkan di perusahaan, karena ketangguhan Linux sebagai server dan anggaran biaya yang lebih murah daripada menggunakan Sistem Operasi yang berlicense.
Oleh karena itu mulailah dari sekarang kita beralih ke hal yang baik, gunakan Sistem Operasi yang berlicense, karena hal itu artinya kita menghargai hak cipta. Tetapi apabila terlalu mahal dan sulit melepas kebiasaan menggunakan OS yang tidak berlicense, cobalah gunakan OS Open Source (Linux).
Linux banyak didukung dengan aplikasi-aplikasi yang free dan tak kalah dengan aplikasi yang berbayar, seperti:
Open Office sebagai pengganti Microsoft Office
Mozilla Firefox sebagai pengganti Internet Explorer
GIMPP sebagai pengganti Adobe Photoshop, dan aplikasi pengolah gambar lainnya
Blender sebagai pengganti 3D Max, dan aplikasi pengolah gambar animasi lainnya
Pidgin sebagai pengganti Yahoo Mesengger
Thunderbird sebagai pengganti Microsoft Outlook
Prozilla, Wget, Axel sebagai pengganti Internet Download Manager, Flashget, dll
Audacious, Banshe sebagai pengganti Winamp, WMP, dll
Brasero sebagai pengganti Nero

Bahkan di Linux kita juga dapat menjalankan aplikasi Windows dengan program yang bernama Wine.
Untuk pertama memang perlu waktu untuk membiasakan diri dengan Linux, karena kita harus beradaptasi lagi dengan fitur-fitur yang ada pada Linux, bagaimana menambahkan installasi, menjalankan, dan menghapus program, bagaimana melakukan troubleshoot, dsb. Hmmmm…. itu semua hanya sebuah proses, karena akhirnya sekarangpun penulis menyadari banyak kelebihan dari Sistem Operasi Linux.
Linux mempunyai banyak kelebihan, diantaranya yaitu:
1. Free
Semua yang berhubungan dengan Linux hampir semua bisa didapatkan dengan gratis.
2. Keamanan
Linux lebih aman karena sangat jarang sekali Virus, Trojan, Spyware ada di Linux, sampai sekarang penulis juga belum menemuinya. Linux juga lebih aman sebagai server daripada Windows karena banyak tool dan aplikasi seperti Firewall, Shorewall, IPCop, Firewall Builder yang mendukung keamanan Linux, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya kebobolan.
3. Stabil dan Cepat
Linux sangat stabil sehingga jarang sekali terjadi hang karena semua proses yang ada pada Sistem Operasi tidak dijalankan oleh Linux, sehingga dapat menghemat pemakaian RAM. Pada serverpun hampir semua server menggunakan Linux seperti Google, Facebook, Twitter, Microsoft, dsb.
4. Mudah
Linux mudah digunakan. Dulu, Linux dikatakan merupakan sistem operasi yang sulit dan hanya dikhususkan untuk para hacker. Namun, kini, pandangan ini salah besar. Linux mudah digunakan dan dapat dikatakan hampir semudah menggunakan Windows. Saat ini Linux sudah mendukung GUI seperti GNOME, KDE, dsb tinggal kita yang memilihnya.
5. Banyak Pilihan
Linux tidak hanya satu, banyak varian atau biasa disebut distro Linux seperti SUSE, PCLinuxOS, Redhat, Ubuntu, Fedora, IGOS, Blankon, Linux Mint, Zencafe yang bisa digunakan pada dekstop, laptop, bahkan server (distro Linux khusus server). Karena sifat Open Source inilah yang akhirnya membuat para ahli-ahli/developer mengembangkan Linux dan mendistribusikannya ke seluruh dunia.
6. Kompatibel Dengan Hardware Lawas
Linux dapat berjalan dengan baik di atas hardware yang sifatnya ketinggalan zaman atau dibilang jadul. Sebagai contoh bulan dirilisnya Ubuntu 10.4 (Lucid Lynx) adalah bulan april 2010. Tetapi distro baru ini dapat dijalankan dengan baik dan ringan di PC Pentium 4 dengan spesifikasi Processor LGA 775 DDR1 IGB  . Berbeda dengan Microsoft, dimana dia mengembangkan Sistem Operasi Windows tetapi tidak didukung dengan kemampuan perangkat pendahulunya. 
Dari kelebihan-kelebihan itulah penulis memilih Open Source, bagaimana dengan anda? 
Sumber :



Apa itu Kotak Hitam (Black box)?


Saat terjadi kecelakaan pesawat terbang, selain sibuk mencari lokasi jatuhnya pesawat, menyelamatkan dan mengevakuasi korban, juga ada sesuatu lain selalu dicari-cari, apakah itu? Yah itulah “black box” atau kotak hitam. Apakah fungsi kotak hitam itu? mengapa benda itu termasuk yang amat dicari saat tejadi kecelakaan pesawat terbang?

Ide dasar dari pembuatan kotak hitam adalah bahwa perlu adanya informasi yang menjelaskan segala kegiatan yang terjadi selama pesawat sedang terbang. Informasi ini digunakan untukmengetahui apa penyebab sebuah pesawat mengalami kecelakaan misalnya.

Awalnya alat pencatat kegiatan pesawat diciptakan oleh pencipta pesawat terbang yaitu oleh Wright Bersaudara pada tahun 1900-an, berupa alat pencatat putaran baling-baling. Selanjutnya 50 tahun kemudian barulah diciptakan kotak hitam pertama oleh Dr David Warren, Australia. Warren menggagas alat ini saat sebelumnya terjadi kecelakaan pesawat jet pertama De Havilland Comet DH-106, yang sama sekali tidak diketahui penyebabnya.

Dalam perkembangannya, black box ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu FDR (Flight Data Recorder– perekam data penerbangan) dan CVR (cockpit Voice Recorder– perekam suara di kokpit) masing-masing dapat merekam hingga 700 parameter penerbangan seperti waktu terbang, tekanan udara, ketinggian, kecepatan angin, keseimbangan horizontal, arah kompas, dan sebagainya. Juga dapat merekam hingga 25 jam pembicaraan terakhir pilot.

Alat ini disimpan di bagian ekor pesawat, tempat yang diduga paling “aman” jika pesawat mengalami kecelakaan. Dan alat ini “dibungkus” dalam sebiah kotak yang disebut CSMU (Crash-survivable memory unit), yang berlapis-lapis masing-masin aluminium tipis, silika, dan baja tahan karat atau juga titanium, yang amat kuat dan tahan terhadap berbagai kondisi ekstrim, seperti tahan terhadap suhu 1.100 derajat celciusselama 1 jam, bertahan dalam air laut selama 30 hari, tahan terhadap bahan kimia, dan juga tahan benturan yang kuat hingga 3.400 G (manusia akan pingsan jika mengalami tekanan 5 G selama lima detik)

Kotak hitam juga dilengkapi dengan ULB (Underwater Locator Beacon), yang akan mengeluarkan “sinyal” suara ultrasonik setelah terjadi “kecelakaan” selama 30 hari (dengan harapan akan lebih mudah diketahui posisi jatuhnya pesawat)

Tentu kamu akan bertanya, jika FDR dan CVR akan “aman” berada di dalam kotak hitam tadi, lalu mengapa pesawat terbang tidak dibuat dari bahan yang sama, sehingga bisa melindungi penumpangnya? well, tentu saja pesawat akan lebih kuat tetapi sekaligus berat dan tidak bisa terbang dong ya??

Saat kecelakaan terjadi dan kotak hitam ditemukan, maka kotak itu segera di kirim ke organisasi yang netral (bukan bagian dari perusahaan pesawat yang terkena musibah) dan dilakukan “pembacaan” dan analisa. Pembacaan dan analisa yang mendalam membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan lebih lama lagi. Untuk membaca tidak memerlukan waktu lama, tinggal menghubungkan unit kotak hitam tadi ke alat pembaca. Namun yang lama adalah analisa nya, karena membutuhkan berbagai pendapat ahli mulai dari ahli penerbangan, mesin, dan juga ahli kesehatan dan kejiwaan sang pilot.

Sumber :


Apakah Augmented Reality itu?


Augmented Reality atau dalam bahasa Indonesia Realitas tertambah dan dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan.

Benda-benda maya menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri. Hal ini membuat realitas tertambah sesuai sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata.

Realitas tertambah dapat diaplikasikan untuk semua indera, termasuk pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Selain digunakan dalam bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur, realitas tertambah juga telah diaplikasikan dalam perangkat-perangkat yang digunakan orang banyak, seperti pada telepon genggam.

Teknologi Augmented Reality sangat cepat sekali berkembang, di Indonesia sendiri telah banyak aplikasi-aplikasi yang menggunakan teknologi AR. AR merupakan terobosan  dibidang teknologi yang sangat canggih. Karena dengan teknologi ini kita dapat membuat segala hal yang abstrack atau virtual bisa kelihatan nyata atau real.

Teknologi AR sendiri telah dikembangkan dalam berbagai hal, dalam pemanfaatanya teknologi  ini dapat digunakan dalam hal:

  • Augmented Reality Interactive Games
  • Augmented Reality Presentation
  • Augmented Reality Event
  • Augmented Reality High Tech Environment
  • Augmented Reality Website
  • Augmented Reality Promotion

Kesimpulan
Dengan adanya AR ini yang memungkinkan seolah-olah dunia nyata dan maya menjadi satu.

Sumber :


Asal Usul Bahasa Indonesia

BAHASA adalah yang paling baik dalam menunjukkan identitas kultural suatu bangsa. Dengan kata lain bahasa menunjukkan bangsa. Itu sebabnya penting bagi bangsa Melanesia melestarikan sekitar 250 bahasa etnisnya dari arus besar dominasi ‘bahasa Indonesia’. Sejauh mana dominasi itu? Apa dampaknya? Bagaimana proses historisnya? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, penting sebagai upaya melestarikan identitas bangsa Melanesia, yang selama ini ‘lebur’ dalam “NKRI” dan dalam banyak hal justru mengalami Jawanisasi. Ini kontradiktif dengan gagasan Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Dewasa ini, bangsa Melanesia menggunakan bahasa Indonesia, sebagaimana bahasa ini adalah “bahasa pemersatu”, yang mendapat tempat utama dalam media komunikasi formal, baik sebagai bahasa teks maupun lisan, disekolah, perkantoran dan tentu saja pada media cetak dan elektronik.

Memang ada sisi baiknya, bahwa ‘bahasa Indonesia’ memainkan peran penting sebagai “jembatan” komunikasi menerobos diversitas linguistik yang berbeda satu sama lain (termasuk di Papua), dan memungkinkan para penuturnya menjangkau dunia pendidikan modern. Namun mesti disadari pula akan sisi buruknya, terutama bahwa ‘bahasa Indonesia’ menjadi dominan sehingga bahasa-bahasa lain keumgkinan akan tersisihkan. Entah bahasa Batak, Jawa, Bali dan termasuk 250 bahasa etnis Melanesia di tanah Papua. Padahal Bahasa Indonesia baru digunakan secara serius sejak 1950 di Papua oleh para pendakwah dan pejabat kolonial dalam rangka ‘menyatukan’ wilayah Papua dengan wilayah Hindia Belanda lainnya. Hal ini seiring dengan kebijakan diskriminasi kolonial Belanda yang hanya memperbolehkan bahasa Belanda diajarkan pada garis keturunan tertentu saja.

Apabila menenggok lebih jauh ke masa sebelumnya, maka bangsa Melanesia sebenarnya belum cukup dikenal para nasionalis Indonesia, selain sebagai koloni Belanda yang dalam banyak hal tidak terlibat langsung dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Diluar itu, wilayah ini cukup terisolir dari koloni Belanda di sebelah barat, kecuali wilayah pesisir utara yang menjalin hubungan dagang tradisional dengan Maluku. Selebihnya hanya bayang-bayang penjara besar - Boven Digul, di tengah sebagian besar masyarakat yang masih hidup di zaman batu (Benedict Andersson: 2002).

Ini berarti bangsa Melanesia, tidak terlibat dalam beberapa proses sejarah penting, terkait dengan penggunaan bahasa Indonesia. Pertama, saat bahasa Indonesia dipermaklumkan sebagai bahasa persatuan pada Sumpah Pemuda 1928, tidak ada yang mewakili bangsa Papua dalam peristiwa tersebut, kedua, saat bahasa Indonesia dianjurkan semasa pendudukan Jepang untuk menggusur bahasa Belanda, hal itu tidak terjadi di Papua, apalagi karena pertimbangan militer dan kondisi sosial politik waktu itu, Jepang membagi Hindia Belanda menjadi tiga wilayah koloni terpisah, dan Papua berada dibawah Angkatan Laut yang berpusat di Makasar, ketiga, saat bahasa Indonesia dipergunakan sebagai wahana perlawanan menyerang kolonialisme yang dipuncaki proklamasi kemerdekaan RI 1945, justru bangsa Papua belum ‘mengenal’ NKRI.

Dari tiga fakta ini, bisa dibilang bahasa Indonesia adalah produk historis yang dalam prosesnya tidak sepenuhnya melibatkan bangsa Melanesia. Barulah pada tahun 1963 ketika Orde Lama mencanangkan operasi Trikora, dan disusul pelaksanaan Pepera semasa Orde Baru tahun 1969 bahasa Indonesia mulai dijadikan ‘bahasa resmi’ di Papua.

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia yang sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36. Ia juga merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Meski demikian, ia hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu karena dalam percakapan sehari-hari yang tidak resmi masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing-masing sebagai bahasa ibu seperti bahasa Melayu pasar, bahasa Jawa, bahasa Sunda, dll. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua dan untuk taraf resmi bahasa Indonesia adalah bahasa pertama. Bahasa Indonesia ialah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia Kata "Indonesia" berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu Indos yang berarti "India" dan nesos yang berarti "pulau". Jadi kata Indonesia berarti kepulauan India, atau kepulauan yang berada di wilayah IndiaBahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945. Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu yang pokoknya dari bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah, "jang dinamakan 'Bahasa Indonesia' jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari 'Melajoe Riaoe', akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia". atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatra Utara, "...bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia".


Secara sejarah, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal dari bahasa Melayu yang struktur maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap "lahir" atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya.


Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai penghantar pendidikan di perguruan-perguruan di Indonesia.

Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan), namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360).

Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Di sana, pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau.


Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut:

Jika bahasa Jawa digunakan, suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia.

Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa, ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar.


Bahasa Melayu Riau yang dipilih, dan bukan Bahasa Melayu Pontianak, atau Banjarmasin, atau Samarinda, atau Maluku, atau Jakarta (Betawi), ataupun Kutai, dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka yang terakhirpun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Kedua, ia sebagai lingua franca, Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Tionghoa Hokkien, Tio Ciu, Ke, ataupun dari bahasa lainnya.

Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Pada tahun 1945, pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Malaysia, Brunei, dan Singapura masih dijajah Inggris. Pada saat itu, dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara.

Dengan memilih Bahasa Melayu Riau, para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia, namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan.Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa), dan kamus baku juga diciptakan. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang.

Kesimpulan :
Bahasa Indonesia hingga kini menjadi perisai pemersatu bangsa. Sampai saat ini, bahasa Indonesia belum pernah dijadikan sumber permasalahan oleh masyarakat pemakainya yang berasal dari berbagai ragam suku dan daerah. Hal ini dapat terjadi, karena bahasa Indonesia dapat menempatkan dirinya sebagai sarana komunikasi efektif, berdampingan dan bersama-sama dengan bahasa daerah yang ada di Nusantara dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai aspek kehidupan dan kebudayaan.

Sumber :



JSON vs XML

Mengingat kedua format tersebut biasa digunakan dalam pertukaran data, mari kita bandingkan kedua format tersebut dilihat dari beberapa aspek.

Format Penulisan
Format penulisan XML sangatlah mudah untuk dipahami, apalagi bagi anda penggemar Markup Language seperti HTML, lalu bagaimana dengan JSON? terkadang saya pribadi sering mengalami kesulitan memahami format json ini jika tidak ditulis dengan benar (tanpa indentasi). Namun pada akhirnya tergantung pada penggunanya sendiri, jika penggunanya lebih familiar dengan javascript mungkin pembacaan format JSON dirasa sangat mudah.

Ukuran File
Banyaknya karakter yang digunakan dalam sebuah file akan mempengaruhi besarnya file yang dihasilkan. Karena XML adalah Markup language, pastinya terdapat kata-kata yang sama pada setiap tag yang digunakan. Berbeda dengan JSON yang hanya menggunakan tanda kurung kurawal sebagai pembeda data-datanya sehingga ukuran file JSON lebih kecil dibandingkan XML. Namun jika keduanya telah dicompress sebelum dikirimkan ukurannya tidak jauh berbeda.

Kecepatan Parsing
Parsing adalah proses pengenalan bagian-bagian terkecil dari suatu dokumen XML/JSON dan Proses parsing ini berlangsung didalam browser. Proses parsing dokumen JSON lebih sederhana, yakni dengan menggunakan fungsi javascript eva() sementara XML menggunakan XMLHttpRequest. Berdasarkan survey JSON lebih unggul dalam proses parsing ini.

Kesimpulan
Keberadaan JSON sebagai format pertukaran data baru tidak serta merta menghapus keberadaan XML yang sudah menjadi pendahulunya. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun kini JSON telah didukung oleh berbagai bahasa pemrograman (proses parsing) sehingga memungkinkan penggunaan JSON lebih ramai dibandingkan dengan XML kedepannya. Pada akhirnya programmer sendirilah yang menentukan, apakah pakai JSON atau XML?

Sumber :



Apa itu JSON?

Dulu masih jarang ada Web yang dapat saling bertukar data dengan web lainnya seperti halnya facebook yang dapat saling bertukar data dengan web pihak ketiga atau bahkan aplikasi pihak ketiga. Namun setelah kehadiran XML sebagai format pertukaran data antar aplikasi (web/desktop) semuanya bukan tidak mungkin lagi untuk dilakukan.
Ya, sebelum adanya JSON, XML lah yang biasa digunakan untuk saling bertukar data dan hingga saat ini XML masih digunakan seperti pada RSS Feed yang mungkin menjadi santapan anda sehari-hari. XML sendiri adalah kependekan dari eXtensible Markup Language, jika anda senang “bercengkrama” dengan HTML anda akan familiar dengan XML, hanya saja tag-tag yang ada adalah buatan anda sendiri. Kira-kira beginilah format penulisan XML :
<phonebook>
               <contact>
                               <name>Rian Ariona</name>
                               <phone>+628572182XXXX</phone>
                               <address>Bandung</address>
               </contact>

               <contact>
                               <name>John Doe</name>
                               <phone>+169572582XXXX</phone>
                               <address>Los Angeles</address>
               </contact>

               <contact>
                               <name>George</name>
                               <phone>+196252145XXXX</phone>
                               <address>Kanada</address>
               </contact>
</phonebook>
Sangat mudah untuk dimengerti bukan, dan inilah format yang sering digunakan dalam pertukaran data suatu web.
XML Bukanlah Satu-satunya
Namun kini, telah hadir JSON sebagai format baru untuk pertukaran data web. JSON adalah kependekan dari JavaScript Object Notation. Penulisan format data menggunakan JSON sangatlah singkat karena menggunakan notasi-notasi javascript seperti kurung siku [] dan kurung kurawal {}. Jika kita konversi data XML di atas ke dalam format JSON, kira-kira menjadi seperti berikut :
{
               "phonebook" : {
                               "contact":[
                               {
                                              "name":"Rian Ariona",
                                              "phone":"+628572182XXXX",
                                              "address":"bandung"
                               },{
                                              "name":"John Doe",
                                              "phone":"+169572582XXXX",
                                              "address":"Los Angeles"
                               },{
                                              "name":"George",
                                              "phone":"+196252145XXXX",
                                              "address":"Kanada"
                               }
                               ]
               }
}
Dan berikut ini adalah contoh penggunaan JSON dalam HTML menggunakan javascript:
<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
               <title>JSON</title>
               <script type="text/javascript">
                               var person={
                                                             "phonebook" : {
                                                                            "contact":[
                                                                            {
                                                                                            "fname":"Rian Ariona",
                                                                                            "phone":"+628572182XXXX",
                                                                                            "address":"bandung"
                                                                            },{
                                                                                            "fname":"John Doe",
                                                                                            "phone":"+169572582XXXX",
                                                                                            "address":"Los Angeles"
                                                                            },{
                                                                                            "fname":"George",
                                                                                            "phone":"+196252145XXXX",
                                                                                            "address":"Kanada"
                                                                            }
                                                                            ]
                                                             }
                                              }

                                              for(i=0;i<person.phonebook.contact.length;i++){
                                                             document.writeln(person.phonebook.contact[i].fname +"<br>");
                                                             document.writeln(person.phonebook.contact[i].phone +"<br>");
                                                             document.writeln(person.phonebook.contact[i].address +"<br><br>");
                                              }
               </script>
</head>
<body>
              
</body>
</html>
Dari kode diatas kita melakukan perulangan untuk pengambilan data-data yang terdapat di dalam objek berformat json lalu menampilkan semua data tersebut secara berurutan.
Simple & Fast
Karena kesederhanaan penulisan JSON, ukuran file yang dihasilkanpun menjadi lebih ramping dibandingkan XML (karena terus mengulangi kata yang sama dalam tag-tag yang digunakan). Hal ini berimbas pada kecepatan loading transfer data, pertukaran data JSON lebih cepat jika dibandingkan dengan XML.
Oleh karena itu banyak situs-situs besar yang menggunakan JSON sebagai format pertukaran data. Sebagai contoh, twitter menyediakan API untuk digunakan pada situs pihak ketiga atau aplikasi pihak ketiga misalnya twitter client (tweetdeck dll). Data yang dikirimkan dari hasil request berupa data berformat JSON.

Sumber :